Programmable Logic Controller (PLC) for Dummies
Adalah sebuah hal yang sulit untuk menjelaskan satu hal yang kita sangat pahami tetapi orang lain sama sekali tidak mempunyai gambaran apapun tentang hal tersebut. Salah satu cara terbaik yang saya yakini adalah dengan menggunakan analogi. Hal ini saya alami pada saat saya pindah ke sebuah perusahaan yang sebagian besar karyawannya ber-‘background’ electrical yang selalu menganggap bahwa PLC adalah barang yang sulit untuk dipahami, sehingga menimbulkan semacam alergi bahkan untuk mendengarkan penjelasan dari ‘orang PLC’.
Artikel ini akan membahas sedikit tentang konsep PLC dengan menganalogikannya dengan system biologi tubuh manusia, yang ternyata cukup manjur untuk membantu memberikan pemahaman pada orang yang sangat awam terhadap PLC.
PLC, sesuai dengan namanya adalah controller yang dapat diprogram dengan menggunakan logika. Secara umum, PLC system terdiri dari beberapa bagian yaitu I/O, Central Processing Unit (CPU).
Mari kita mulai membayangkan bahwa PLC system adalah seorang manusia yang komplet dengan panca indera yang dimilikinya sedang menjalankan suatu pekerjaan. Kita mulai dengan sebuah contoh system kecil yaitu pengisian air dalam sebuah tangki. Secara system manusia, langkah pertama yang kita lakukan adalah dengan melihat bahwat tangki tersebut sedang kosong dan kita harus mengisinya dengan cara membuka kran yang ada di dekat tangki tersebut. Sementara menunggu tangki penuh, kita mengamati ketinggian air yang ada di dalam tangki. Pada saat air sudah mencapai titik tertinggi sebelum tumpah, hal yang harus kita lakukan adalah menutup kran sehingga air tidak tumpah. Dalam aplikasi dilapangan dengan memakai PLC, kita bisa melakukan pemrograman di PLC sehingga kran akan otomatis dibuka pada saat ketinggian air mencapai titik minimum dan mematikannya pada ketinggian maksimum. Sebuah proses yang cukup mirip, satu oleh manusia, satu oleh mesin yang dikendalikan oleh PLC.
Input, bisa diumpamakan sebagai panca indera manusia. Dengan input, PLC menangkap sinyal dari luar yang digunakan dalam proses perhitungan. Dalam contoh diatas, input berupa kondisi ketinggian air sebagai dasar pengambilan keputusan di logika yang akan dilakukan oleh output.
Output adalah tindakan yang dilakukan sesuai dengan program yang dikehendaki. Dalam contoh diatas output melakukan perintah untuk menutup kran air JIKA kondisi ketinggian mencapai level yang diinginkan.
CPU, Central Processing Unit, ini adalah ‘otak’ dari PLC system. Semua perhitungan maupun dasar pengambilan keputusan dilakukan di CPU. Setelah mendeteksi bahwa ketinggian air cukup rendah, CPU akan memproses untuk melakukan tindakan membuka kran air. Setelah air mencapai ketinggian yang diinginkan, input akan mengirim sinyal ke CPU dan CPU akan memproses sinyal untuk menghasilkan output yaitu menutup kran air.
Dari gambaran diatas, kita bisa mendesain PLC untuk keperluan yang lebih besar dengan program yang jauh lebih kompleks. Dalam contoh sehari-hari di industri, kita bisa melihat aplikasi PLC misalnya untuk mengatur sebuah proses di pabrik kimia yang melibatkan ratusan bahkan ribuan kemungkinan untuk memilih output sesuai dengan proses yang dikehendaki.
So simple…..
Bintaro
Tonny Leonard
September 25, 2008 at 4:57 pm
Waduh pak Tonny, kok comment saya kayana hilang nich?
bagus banget nich pak websitenya, terus dikembangkan yahc.
biar bisa banyak belajar dari pak Tonny.
November 21, 2008 at 2:13 am
saya setuju dengan pendapat anda
menurut saya
Input—> Penyearah —> CPU —> Penyearah —> Output
Nb.
Input = berupa sinyal masukan analok/digital yang berasal dari sensor, swich, Tranduser, mos/key dll
Penyearah = mengkalibrasikan sinyal dari data input (Temperatur/sensor gerak, ultrasonik swich dll, ke port Rj45, LPT, USB Ps2, PPI, dll Serial berupa sinyal digital/analog ke Cpu berupa data biner
CPU, = sinyal di proses oleh CPU berisi logika, perkalian penjumlahan dll kemudian diubah menjadi sinyal digital berupa bineri kod
Penyearah = penyearah disini digunakan untuk mengkalibrasikan data biner
Output = Berupa rilai, Motor DC, Steper, led, dll tergantung keperluan
dalam hal ini saya punya pemikiran bahwa apapun yang kita buat (alat yang dikontrol/sistem kontrol sebagai contoh lampu lalulintas, sistem keamanan, robot, dll. memiliki prinsip yang sama hanya penerapannya saja yang berbeda
Terima Kasih
Pravianto subowo